Jenderal Purnawirawan TNI Jadi Beking Mafia. Warga Minta Mahfud MD Usut Mafia Lahan Jatikarya Yang Melibatkan Oknum TNI

Lintas Peristiwa

banner iklan 468x60

Buntut pernyataan Menkopolhukam sekaligus Ketua Kompolnas Prof. Dr. H. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P yang menyampaikan bahwa banyak pensiunan Jenderal TNI menjadi beking mafia. Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud MD dalam jumpa pers catatan akhir tahun 2022 di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (15/12/2022).

“Soal beking-bekingan ini saya kira sudah lama ini, cuma tidak ada yang berani ngomong saja. Beking-beking ini sejak dulu,” kata Mahfud MD.

Dia pun mengaku sebelum menjadi menteri, ia pernah didatangi seorang warga di Bekasi yang mengadu soal tanahnya yang dirampas oleh sebuah perusahaan swasta.

Mendapat laporan tersebut, Mahfud MD ini pun kemudian meminta bantuan temannya yang seorang pengacara untuk menangani kasus tersebut.

Temannya itu pun menilai kasus ini dapat mudah diselesaikan bila dibawa ke kantor aparat penegak hukum.

Namun, kata Mahfud MD, setelah dibawa ke kantor penegak hukum, dia justru mendapatkan penolakan lantaran ada sosok berpengaruh yang menjadi beking kasus tersebut.

“Datang ke kantor aparat penegak hukum, ‘Oh engggak bisa Pak, di belakangnya ini ada Pak ini, enggak berani.’ Yang begitu tuh sudah lama,” jelasnya.

Sejurus dengan pernyataan Mahfud MD, Gunun HM salah seorang warga di Bekasi korban mafia tanah yang ditemui Redaksi Suluhnusantaranews membeberkan kesaksiannya.

“Oknum TNI jadi beking mafia tanah sudah dari dulu. Kami bersama puluhan warga dan ahli waris lahan Jatikarya Bekasi mengalaminya sendiri. Lahan kami seluas 48 hektar diserobot oknum TNI sejak tahun 2000 hingga hari ini belum tuntas. Padahal putusan PK MA sudah menyatakan bahwa lahan SHP 1 Jatikarya adalah milik kami warga dan ahli waris yang sah” jelas Gunun.

Seperti yang sudah marak diberitakan, lahan di kelurahan Jatikarya seluas 48 hektar berkonflik kepemilikan antara warga ahli waris dengan pihak Kemenhan cc Mabes TNI. Lahan tersebut sebagian sudah menjadi perumahan dinas Perwira Tinggi TNI. Sebagian lagi terkena pembangunan proyek jalan tol Cimanggis Cibitung sesi Jatikarya.

“Jangankan lahan yang sekarang menjadi komplek PATI TNI, lahan kami yang terkena jalan tol saja sampai saat ini belum bisa dicairkan ganti ruginya karena oknum TNI masih menganggap itu lahan mereka. Putusan PK MA jelas menyatakan itu sah milik warga. Uang ganti rugi yang sudah dikonsinyasi di PN Bekasi tidak berani dicairkan kepada kami yang berhak. Wajar kalau PN Bekasi takut mencairkan, karena kami menduga seperti kata pak Mahfud MD, ada pensiunan Jenderal yang membekingi berusaha menghalangi proses pencairan” lanjut Gunun menyampaikan kegelisahannya.

Gunun bersama beberapa ahli waris lainnya memohon kepada Menkopolhukam Mahfud MD untuk turun tangan menyelesaikan konflik lahan Jatikarya yang sudah berlangsung 22 tahun.

“Kepada bapak Mahfud MD, demi kewibawaan dan integritas TNI yang kami banggakan, kami warga Jatikarya memohon bapak mengusut tuntas beking mafia tanah di Jatikarya yang melibatkan oknum serta purnawirawan TNI. Kami sudah lelah 22 tahun berjuang, ditendang, dipingpong, diacuhkan hingga diintimidasi karena mempertahankan lahan kami sendiri” tutup Gunun di akhir wawancara.

***

Tim Redaksi Suluhnusantaranews

banner 120x600

Tinggalkan Balasan