Potret Buram Pendidikan Sekolah Dasar di Kecamatan Kamal

Kabar Daerah

BANGKALAN – Pemerintah telah menetapkan 6 fokus utama dalam pembelanjaan APBN 2023, salah satunya adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tak lain adalah sektor pendidikan.

Anggaran pendidikan memang selalu dialokasikan sebesar 20 persen. Dengan belanja negara yang mencapai Rp3.041,7 triliun tahun ini, maka dana pendidikan juga naik pesat hingga mencapai 617 Trilyun rupiah di tahun 2023 ini.

Berdasarkan hal tersebut diatas, Kami melakukan investigasi di UPTD Sekolah Dasar (SD) di wilayah kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan, dimana Kamal dianggap sebagai miniatur dari Kabupaten Bangkalan tersebut.

Dari 12 Sekolah Dasar Negeri di kecamatan Kamal, redaksi masih banyak menemukan hal yang tak sinkron dengan besarnya anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah.

Di UPTD SDN Gilianyar, tim menemukan pagar sekolahan yang roboh dan juga bangunan perpustakaan yang tak bisa dipakai lagi karena banyak kerusakan di atap,serta plan nama sekolah yang sudah tidak terawat.

Kami melanjutkan investigasi ke UPTD Banyuajuh 9 yang terletak di Dusun Penyantren Banyuajuh Kamal, kami temukan bangunan yang tak layak untuk dipakai kegiatan sekolah dan yang paling miris toilet yang tak terawat dan sangat tidak enak dipandang,padahal itu juga bagian dari kesehatan sekolah.

Lain halnya dengan yang dialami oleh UPTD SDN Banyuajuh 6, sekolah yang salah satu ruang kelasnya rusak akibat bencana angin puting beliung beberapa saat yang lalu itu, hingga saat ini juga masih belum mendapatkan perhatian dari instansi terkait.

“Sudah berkali-kali kami laporkan perihal kerusakan tersebut, baik ke korwil ataupun Disdik Bangkalan, tapi hingga hari ini masih belum ada jawaban,” ungkap Moh. Rahbini M.Pd kepala SDN Banyuajuh 6.

Tim akhirnya melanjutkan investigasi ke UPTD SDN Banyuajuh 4, keadaan bangunan di sekolah ini ternyata juga tak jauh beda dengan 2 SDN diatas, bangunan yang rusak hingga lapangan upacara yang selalu becek saat musim penghujan jadi pemandangan pertama saat memasuki areal pendidikan ini.

“Ada beberapa ruangan yang membutuhkan renovasi, tapi yang paling utama ya lapangan tempat upacara bendera mas, kalau musim hujan pasti becek karena masih tanah, kadang di hari senin kami juga tidak bisa melakukan upacara bendera,” ucap Kolling Simbolon S.Pd, kepala sekolah SDN tersebut.dengan mata berkaca kaca meluapkan perasaannya sambil melanjutkan ceritanya.

Yang paling miris, sekolah ini tidak memiliki meja dan kursi untuk guru, sehingga ketika jam istirahat, ataupun mengerjakan tugas pendidik lainnya, para guru hanya bisa duduk lesehan di perpustakaan sekolah.

Dari hasil investigasi ini ,jadi kami penuh tanda tanya ,ada apakah di pendidikan Kecamatan Kamal,apa kurang kepedulian para kepala sekolah atau kurangnya pengawasan dan perhatian dari koordinator wilayah (Korwil) ?

***

Reporter Suluhnusantaranews Bangkalan (M.Jali)

Tinggalkan Balasan